Ordered List

  1. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  2. Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  3. Vestibulum auctor dapibus neque.

Kuliah Umum dan Workshop

Reviewer Nasional PKM DIKTI Berikan Kuliah Umum dan Workshop Program Kreativitas Mahasiwa di Program Studi Pendidikan Biologi.

Dosen Tamu

Kegiatan Dosen Tamu Prodi Pendidikan Biologi “PERAN STRATEGIS PENDIDIKAN IPA DALAM MENGHADAPI ERA MEA”.

Kuliah Umum

Kuliah Umum Program Studi Pendidikan Biologi “Bedah Stem Cell : Perkembangan dan Pemanfaatan”.

Kuliah Lapangan 2016

Mata Kuliah Taksonomi Tumbuhan Rendah, Taksonomi Invertebrata, Ekologi dan Biologi Laut.

HIMBIO BERDELAU

Himpunan Mahasiswa Pendidikan Biologi FKIP UMRAH.

Rabu, 07 Juni 2017

PAMERAN MEDIA PRODI PENDIDIKAN BIOLOGI UMRAH


Tanjungpinang- Rabu, 24 Mei 2017, Mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi FKIP UMRAH  mengadakan pameran media pembelajaran biologi di area Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMRAH, Senggarang. Kegiatan ini merupakan bentuk apresisasi hasil karya mahasiswa pendidikan biologi yang mengampu mata kuliah Media Pembelajaran Biologi dengan dosen pembimbing Nurul Asikin, S.Pd,. M.Pd. Selain media pembelajaran yang ditampilkan juga disuguhkan hasil karya mahasiswa pendidikan biologi dalam mata kuliah Teknik Management Laboratorium Biologi yaitu berupa herbarium dan insectarium.

Dalam pameran media pembelajaran “ Biologi Punya Karya” ini barang-barang yang ditampilkan berupa berbagai macam media yang dapat membantu guru dalam pembelajaran biologi seperti alat peraga sistem pencernaan, sistem pernafasan, tahap pembelahan sel, kloning, torso, herbarium basah dan kering, insektarium basah dan juga insektarium kering.
“Semua yang ditampilkan adalah hasil karya mahasiswa pendidikan biologi, makanya kami beri nama kegiatan ini Biologi Punya Karya”, ungkap Desti Indriyanti selaku ketua pelaksana kegiatan.

Herbarium basah merupakan awetan tumbuhan  yang di awetkan dalam larutan alkohol 70 % atau formalin 40% yang disimpan dalam toples kaca dilengkapi dengan klasifikasi tumbuhan tersebut. Dalam pameran ini herbarium basah yang ditampilkan merupakan awetan tumbuhan tingkat rendah hasil dari kuliah lapangan di kawasan Pantai Trikora 3 Desa Malang Rapat, semester lalu, yang salah satu spesiesnya adalah Sergassum sp (jenis rumput laut). Sedangkan herbarium kering merupakan awetan tumbuhan tingkat tinggi yang telah mengalami beberapa tahap pengawetan sehingga tumbuhan dapat diamati, di pelajarti klasifikasi dan identitas yang benar, dan disimpan dalam waktu yang cukup lama. Sekitar lebih dari 50 herbarium kering disuguhkan dalam pameran siang itu.
Insektarium sama halnya dengan herbarium namun yang membedakan adalah jika herbarium yang diawetkan adalah tumbuhan, maka insektarium yang diawetkan adalah hewan.
Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB ini dibuka oleh Ketua Program Studi Pendidikan Biologi ibu Nevrita, M.Pd., M.Si.  Dalam sambutanya ibu Nevrita menyampaikan apresiasinya kepada mahasiswa program studi pendidian biologi yang dapat menyelenggarakan acara ini, ia berharap ini akan menjadi bekal yang matang saat para mahasiswa siap menjadi guru nanti, selain itu agar media-media yang telah dibuat dapat dimanfaatkan sebagaimana fungsinya yaitu untuk membantu guru dalam membelajarkan sebuah materi kepada siswa.

 “ Biologi Punya Karya” ini berhasil menarik perhatian pengunjung tidak hanya para mahasiswa dan dosen dari seluruh jurusan di Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan namun juga mahasiswa dari fakultas lain. Dosen dari Universitas Negeri Riau (UNRI) dan  UniversitasTeknologi Malaysia (UTM) juga telah menyempatkan berkunjung ke pameran. (MM)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI UMRAH GALAKKAN KONSERVASI MANGROVE BERAKIT DALAM KULIAH LAPANGAN


Sabtu, 20 Mei 2017, Program Studi Pendidikan Biologi melakukan Kegiatan Kuliah Lapangan Terpadu sekaligus Gerakan Konservasi Mangrove 400 bibit di pantai desa Berakit, Kabupaten Bintan.
            Kuliah lapangan terpadu ini diadakan atas kesepakatan dosen-dosen pengampu mata kuliah diantaranya bapak Bony Irawan, S.Pd., M.Pd. dalam mata kuliah Biologi Laut dan Konservasi Sumberdaya Pesisir, ibu Erda Muhartati, S.Si., M.Si. dalam mata kuliah Taksonomi Tumbuhan Tinggi, dan ibu Nur Eka Kusuma Hindrasti, S.Pd., M.Pd. dalam mengampu mata kuliah Ekologi Mangrove.
            Kegiatan kuliah lapangan yang diikuti oleh 10 dosen dan 164 mahasiswa pendidikan biologi ini disejalankan dengan penegakan tridharma perguruan tinggi yaitu pengabdian kepada masyarakat. Konservasi mangrove yang merupakan gerakan pelestarian mangrove demi menyelamatkan ekologi pesisir pantai desa Berakit yang sudah mengalami abrasi merupakan bentuk pengabdian mahasiwa dan dosen Pendidikan Biologi UMRAH kepada masyarakat dan lingkungan pesisir.
            Dalam mata kuliah Taksonomi Tingkat Tinggi mahasiswa semester 4 mengamati, mendokumentasi, dan mengklasifikasi spesies tumbuhan tingkat tinggi yang ditemui selama perjalanaan 1 km dari turun kendaran menuju spot konservasi. Sedangkan mahasiswa semester 6 dalam mata kuliah Sumberdaya Pesisir mengukur kadar air laut (kadar garam dan kadar oksigennya), besar dan kuat arus, ada tidaknya penghalang ombak didaerah sekitar dan biota-biota yang terdapat dilautnya.
“Namun, pada tahun ini lebih ditekankan pada penanaman mangrovenya”, jelas Nensy selaku ketua pelaksana kegiatan yang juga merupakan mahasiswa pendidikan biologi semester 6.
Bibit mangrove yang ditanam pada kesempatan kali ini sebanyak 400 bibit yang telah disediakan oleh Dinas BPDAS LH (Badan Pemeliharaan Daerah Aliran Sungai dan Lingkungan Hidup). Jumlah yang sedemikian merupakan hasil perhitungan minimal dengan target seorang mahasiswa menanam 3 bibit tanaman mangrove. Pada awalnya program studi pendidikan biologi  mengajukan permintaan beberapa jenis tanaman kepada BPDAS LH  seperti jenis bakau Rhizophora  yang cocok pada tanah lumpur dan Avicennia atau api-api yang cocok pada daerah pasir. Namun ternyata yang tersedia di BPDAS LH saat ini hanya satu jenis bakau saja yaitu Rhizophora.
Setelah bibit Rhizophora dengan kisaran umur 8 bulan yang dijemput langsung dari daerah pembibitan Gunung Bintan sampai dilokasi, pada  pukul 13.00 WIB  penanaman dimulai. Turunnya hujan yang tidak terprediksi sempat meningkatkan volume air laut yang surut, namun tidak menjadi penghalang besar bagi para konservan. Dengan diakhiri penancapan palang nama instansi didepan daerah penanaman, pada pukul 15.00 WIB seluruh peserta kegiatan naik kedaratan.
“ Selanjutnya mari kita galakkan Penanaman 1000 Mangrove, karena dibanding angka 400 atau lainnya yang masih ganjil didengar lebih baik 1000 atau 10.000 tanaman ” begitulah kalimat motivasi bapak Bony Irawan saat mengakhiri kegiatan didesa Berakit, Kabupaten Bintan.

Sesuai dengan tema yaitu ”Untuk Meningkatkan Literasi Kemaritiman Mahasiswa Biologi Dalam Konservasi Ekologi Mangrove” diharapkan mahasiswa pendidikan biologi menjadi lebih sadar dan peduli terhadap lingkungan, dapat membuat kegiatan serupa yang lebih besar dikemudian hari dan semoga gerakan Program Studi Pendidikan Biologi ini bisa menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain. (MM)

Himpunan Mahasiswa Biologi UMRAH Gelar Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK)


Tanjungpinang – Himpunan Mahasiswa Biologi (HIMBIO) UMRAH menggelar latihan dasar kepemimpinan, 13/14 Mei 2017, di Markas KODIM 0315 Bintan, Jl. Ahmad Yani Km 6. Selaku ketua bidang pengabdian masyarakat, Dwi, mengatakan, kegiatan ini hanya diperuntukkan bagi mahasiswa yang berasal dari Program Studi Pendidikan Biologi.

“Kegiatan latihan dasar kepemimpinan (LDK) ini digelar bertujuan untuk menumbuhkan jiwa kepemimpinan peserta LDK yang nantinya akan memajukan Prodi Biologi dengan adanya pemimpin yang berjiwa kepemimpinan tinggi”, ujar Dwi. “Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, dan diikuti sebanyak 33 peserta yang merupakan mahasiswa Program Studi Biologi semester 2 dan 4”.


Pada kegiatan latihan dasar kepemimpinan (LDK), peserta diberikan pengetahuan dan informasi mengenai kepemimpinan, manajemen kepemimpinan, manajemen diri, dan potensi diri. Lalu disusul dengan agenda renungan suci. Selain kegiatan penyampaian pengetahuan dan informasi, serta renungan suci pada Sabtu malam, keesokan harinya juga terdapat berbagai kegiatan seperti senam pagi, dilanjutkan dengan games, operasi semut (gotong-royong) dan penyerahan hadiah pemenang games. (nfa&yh)

Seluruh Pimpinan FKIP UMRAH Menghadiri Pertemuan Forum Komunikasi Pimpinan Fkip Negeri Se-Indonesia dan Konferensi Internasional Pendidikan


Tanjungpinang – Pertemuan Forum Komunikasi Pimpinan FKIP Negeri se-Indonesia  dan Konferensi Internasional Pendidikan,yang diadakan di Palu,Sulawesi Tengah dihadiri oleh seluruh pimpinan FKIP UMRAH diantaranya dekan,wakil dekan, seluruh ketua jurusan ,dan seketaris jurusan,yang tergabung menjadi keanggotaan forum komunikasi. pertemuan ini diselenggarakan pada tanggal 18 Mei hingga 20 Mei 2017 lalu,pada kegiatan Forkum dan Seminar Konferensi  berlangsung di Universitas Tadulako ,serta pembukaan dan penutup diadakan di  Hotel Mercure.

 "Pertemuan ini digelar di kota yang berbeda tiap tahunnya, tahun lalu diadakan di Solo dan tahun depan akan diadakan di Maumere. Kegitan ini dilaksanakan untuk membahas apa saja yang perlu diperbaiki dari setiap program studi di seluruh Universitas," ungkap bu Friska yang menjabat sebagai ketua jurusan pendidikan kimia.

Dijelaskan,anggota yang tergabung dari Forum Komunikasi disingkat Forkum tiap tahun akan mengadakan pertemuan dengan topik bahasan yang berbeda, program kedepan yang diusut dari pertemuan forum komunikasi yang baru diadakan ialah akan dilaksanakannya pertukaran mahasiswa dari satu universitas ke universitas lain, mahasiswa mahasiswa tersebut adalah mahasiswa yang tergabung menjadi anggota ke anggotaan forkum.


"Pengalamannya sih lumayan banyak karena kita bisa tau kurikulum kita itu sudah benar atau tidak dalam programnya kan nanti kedepannya ada pertukaran mahasiswa,jadi mahasiswa yg berada di anggota keanggotaan forkum bisa ditukarkan, jadi kita mau tau kurikulum mereka itu bisa mengetahui kurikulum kita tidak,misalnya mata kuliah di prodi kita bisa diakui berapa sks di prodi mereka seperti itu, jadi memang kurikulumnya disusun supaya sama jadi antara prodi yg ada di universitas forkum kurikulumnya bisa sama. Jadi kita banyk mempelajari mengenai kurikulum” tambahnya. (EAP)